Tanpa judul

  

 JESP Vol. 4, No. 2, 2012
 
__________________________________________Alamat Korespondensi :Sasli Rais. Dosen STIE Pengembangan Bisnis dan Manajemen, JakartaEmail :sasli06@yahoo.co.id 
Ekonomi Moneter : Tinjauan Sejarah Ekonomi Islam
Sasli Rais
 Abstract
 Monetary economics in perpective of Islam is not far differ from conventionaleconomics. Its basic differences are relating to norm and value which arrangeeconomic behavior itself. Currency in Islam as a converting tool and price value inentire economic transaction. Therefore, piling up money isn’t enabled in Islam.Change of money value solely determined by strength of balance price’s goods and service. Banking as a place to convert different currency and should be careful of interest rate.
 Keyword 
: Monetary economics, Currency,Inflation, Bank 
PENDAHULUAN
Dalam Sistem EkonomiKonvensional (SEK),
1
salah satu bidangyang dipelajari adalah ekonomi moneter,yang lebih identik dengan ilmu ekonomiuang dan bank. Hal ini dikarenakan uangdan bank merupakan variabel pokok yangharus dipelajari, sedangkan variabel yanglainnya hanya merupakan variable turunandan alat kebijakan ekonomi moneter itusendiri. Misalnya, inflasi, jumlah uangberedar, likuiditas perekonomian,kecepatan peredaran uang, pemberiankredit dan sumber dana perbankan, sukubunga, dan sebagainya.
2
 Sedangkan ekonomi moneter dalamSistem Ekonomi Islam (SEI) tidak jauhberbeda masalah yang menjadi kajiannya.
1 Dalam kebanyakan literatur ekonomiIslam dan para pakar ekonomi Islammenggunakan istilah ekonomikonvensional versus ekonomi islam. Halini dikarenakan untuk memudahkandalam mempelajari perbedaan danpersamaan konsep ekonominya.2 Hg. Suseno Triyanto Widodo, IndikatorEkonomi : Dasar PerhitunganPerekonomian Indonesia (Yogyakarta :Kanisius, 1990), hal. 43
Namun ada hal mendasar yang tidak adadalam ekonomi konvensional, terutamayang berhubungan dengan variabel ”nilaidan norma” yang berhubungan denganprilaku ekonomi.Tulisan berikut ini, diprioritaskanpada hal-hal pokok dengan hanyamembahas tiga (3) komponen yang sangatberpengaruh terhadap konsep ekonomimoneter dan ekonomi pada umumnya,yaitu sebagai berikut:
A.
 
"MATA UANG
Perkembangan ekonomimemerlukan suatu alat tukar yangpenggunaannya kekal sepanjang zaman.Alat tukar yang paling tahan itu ialahbarang-barang dari logam, seperti : emas,perak, dan tembaga.Adanya perdagangan menimbulkankebutuhan akan adanya mata uang.Misalnya, orang yang akan membelimakanan dengan kain, dari manakah diamengetahui nilai yang sama untuk hargamakanan itu, sedangkan dalam pergaulanmenghendaki terjadinya jual beli antarabarang yang berbeda, seperti kain denganmakanan, hewan dengan kain. Padahalbarang-barang itu tidak sama harga atau
 
 JESP Vol.4, No. 2, 2012
 
176
nilainya. Oleh karena itu, disinilahpentingnya alat tukar yang bernama ”matauang” itu.Menurut
Imam Al-Ghazali
(450–505 H / 1058–1111 M), sejarahmembuktikan bahwa pada zaman sebelumNabi Muhammad SAW, oranArab sudahmengenal adanya mata uang, tetapisemuanya dari luar Arab. Merekamengenal mata uang emas, yaitu Dinardari Romawi dalam perdagangan merekake Utara (Syiria), dan mengenal mata uangperak, yaitu Dirham dari Persia dalamperdagangan mereka ke Selatan (Yaman).Barulah pada tahun ke-15 H/536 M, yaitu4 tahun sesudah wafatnya NabiMuhammad SAW – Khalid bin Walid –pahlawan Islam terkenal itu membuat matauang sendiri di Thabariyah, daerah Syiria.Dalam pembuatan mata uang pertama itumasih meniru mata uang Romawi. Iamelukisnya dengan gambar, salib,mahkota, dan tongkat kebesaran,sedangkan di sebelahnya ada tulisandengan huruf Yunani BON.
3
Sedangkanmata uang logam perak – Dirham Islamdibuat tahun 28 H/648 M di Thabaristan(Persia), di mana pada pinggiran matauang itu ada huruf Arab dengan huruf Kaufah, yaitu
 Bismillahi Rabbi
.Adapun mata uang Islam yangpertama kali dicetak oleh kantorpercetakan negara Islam baru terjadi padamasa Khalifah Abdul Malik bin Marwandari dinasti Bani Umayyah (65-86 H/685-705 M), sesudah merundingkannya dalammusyawarah dengan para ulama danpemuka. Maksud pembuatan mata uang itudiketahui oleh Keizer Romawi yangmenganggapnya telah merusak hubunganekonomi antara Arab dan Romawi. Iamengirimkan surat ancaman kepadaKhalifah Abdul Malik agar menghentikanusahanya itu demi hubungan baik antarakedua negara.
3 Abdullah Zaky Al-Kaff, Ekonomi DalamPerspektif Islam (Bandung: PustakaSetia, 2002), hal. 195
Kalau diteruskan juga, tulisan atasnama mata uang harus ditambahkan kata-kata yang tiada sangkut pautnya denganIslam atau kata-kata yang menghina NabiSAW. Ancaman tersebut menyebabkanAbdul Malik menganggapnya sebagaikebulatan pendapat dari seluruh umat,termasuk oposisi di masa itu, yaitu partaiSyi’ah. Oleh karena itu, ia mengundangpemimpin partai oposisi, Muhammad Al-Baqir untuk datang ke ibu kota Damaskusuntuk merundingkan soal yang penting itu.Undangan tersebut dipenuhi olehpemimpin Syi’ah dan berakhir denganpersetujuan bulat atas maksud baik Khalifah Umayyah, demi kebangkitanperekonomian umat Islam. Dalam matauang Dinar dan Dirham itu dilukis kalimahtauhid dan disebelahnya ditulis nama NabiSAW, serta menyebut nama negeri, dantahun mencetaknya.Mata uang Islam yang pertama inidiberi nama Dimaskiyah, sesuai dengannama kota tempat mencetaknya,Damaskus. Khalifah mengirimkan matauang itu ke seluruh negara, memerintahkansupaya seluruh mata uang Romawi danPersi dibekukan, serta tidak boleh beredarlagi.
Imam Al-Ghazali
menyatakanbahwa mata uang berfungsi sebagai alattukar dan nilai harga dalam seluruhtransaksi ekonomi, ditetapkan menurutmata uang sendiri.
4
Oleh karena itu, Al-Ghazali mengecam orang yang menimbunuang. Orang demikian dikatakannyasebagai penjahat. Yang lebih buruk lagiadalah orang melebur dinar dan dirhammenjadi perhiasan emas dan perak. Merekaini dikatakannya sebagai orang yang tidak bersyukur kepada Sang Pencipta dankedudukannya lebih rendah dari orangyang menimbun uang, karena menimbunuang berarti menarik uang secarasementara dari peredaran, sednagkan
4 Abdullah Zaky Al-Kaff, Ekonomi DalamPerspektif Islam, (Bandung:Pustaka Setia,2002), hal. 198

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama